Hal yang mendorong kepada UZLAH ialah karena manusia itu kebanyakan dapat merusak ibadah yang engkau telah hasilkan dengan ajakan-ajakan yang menarik kepada riya dan hiasan jika tidak ada perlindungan dari Allah SWT.
Diceritakan bahwa Harim Ibnu Hayan berkata kepada Uwais Al-Qarni : Ya Uwais, silahkan engkau datang bertamu dan berjumpa.
Jawab Uwais : Aku sudah bersilaturahmi denganmu dengan jalan yang lebih bermanfaat dari keduanya itu, yaitu doa dari jauh. Karena bertamu dan berjumpa itu melahirkan hiasan dan riya.
Jika seseorang tidak ingin ada hubungan dengan orang lain, maka jangan mencampuri salah satu urusan mereka apapun juga. Mulai dari urusan agama atau dunia.
Bergaul dengan masyarakat memerlukan dua perkara penting :
1] Kesabaran yang terus menerus atas segala penderitaan yang didapat dari pergaulan.
2] Hendaknya dapat menyendiri dalam hati walaupun jasadnya bergaul dengan orang-orang lain :
Jika mereka bicara dengan baik, hendaknya dibalas dengan setimpal. Jika mereka bertamu hendaknya dihormati menurut tingkatan dan disyukuri. Jika mereka diam dan berpaling, maka ambil faedah dari diamnya mereka. Jika mereka mengerjakan yang haq dan kebaikan, maka bantu mereka. Jika mereka mengerjakan hal-hal yang tidak berfaedah atau melakukan kejahatan, jauhi mereka dan larang mereka jika sekiranya mereka menerima. Tunaikan hak-hak yang lazim untuk tetamu dan untuk berkunjung, tanpa meminta dan mengharapkan balasan dari mereka. Dan jangan memperlihatkan muka kecut terhadap mereka. Jika dapat, perbanyaklah menolong mereka. Jika mereka memberi hendaknya jangan bernafsu menerimanya. Dan hendaklah kuat menanggung akibat dari sikap mereka. Dan selalu menampakkan muka manis terhadap mereka dan menyembunyikan kebutuhan diri dari mereka.
Orang-orang yang UZLAH mesti tetap bergaul dalam hal-hal kebaikan dan menjauhi dalam hal-hal yang lain karena di dalamnya terkandung beberapa bahaya.
Yang memudahkan untuk ber-uzlah itu ada tiga macam :
1] Menghabiskan waktu dalam beribadah.
Sehingga engkau tidak menjadi asyik dengan makhluk di mana hal itu pertanda engkau pailit.
Jika engkau asyik beribadah sebagaimana mestinya, tentu akan merasakan manisnya ber-munajat kepada Allah. Dan engkau akan merasa senang dan gembira sekali dengan Al-Qur’an atau kitab-kitab agama lainnya. Sehingga kesibukan itu akan memalingkan engkau dari makhluk.
2] Memutuskan hubungan dari manusia sama sekali.
Dalam arti kata, engkau tidak terikat. Karena setiap orang yang tidak engkau harapkan manfaat daripadanya dan tidak khawatir apa-apa olehnya, maka ada dan tiadanya sama saja.
3] Mengamat-amati akan bahaya yang disebabkan oleh makhluk.
Bahaya seperti pergunjingan, hasud, dengki, dan sebagainya.
Bila bertamu kepada saudara-saudara seagama dan menghubungi sahabat-sahabat untuk saling bertemu dan saling memperingati, berlaku dua syarat :
1] Jangan berlebih-lebihan dan jangan sering-sering.
Rasulullah Saw bersabda: Bertamulah engkau pada waktu tertentu saja, nanti akan bertambah cinta.
2] Dalam bertamu perlu mematuhi yang haq. Dengan menjauhi riya, atau kelakuan yang dibuat-buat, atau berkata yang tidak karuan, bergunjing, dan sebagainya.
(*Sumber : Minhajul Abidin, Imam Al-Ghazali; Penerjemah : K.H. Abdullah bin Nuh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.