Sabtu, 18 Maret 2017

DAJJAL itu?

DAJJAL

Dajjal dalam bahasa Arab berarti pendusta, pembohong dan penipu. Ada dua penafsiran tentang dajjal. Pertama, dajjal adalah sosok manusia yang berasal dari keluarga penyembah berhala. Berhala itu adalah syaitan durjana yang menyerupakan dirinya dengan patung Lembu betina.

Rasulullah saw menggambarkan keluarga dajjâl sebagai berikut: “Ayahnya tinggi, gemuk, dan hidungnya seperti paruh burung. Ibunya fardakhiyah, banyak dagingnya karena gemuk badannya”. (H.R. Imam Ahmad).

Menurut hadis Rasulullah saw dajjâl lahir dari seorang perempuan yang dilahirkan dari perbuatan zina antara mahram dengan seorang laki-laki yang juga dilahirkan dari perbuatan zina antar mahram. Ketika mereka melakukan persetubuhan, syaitan ikut mencampuri menyetubuhi perempuan penyembah berhala itu. Lalu, lahirlah seorang laki-laki. Itulah dajjâl, yang selalu mendatangkan fitnah, yakni bahaya bagi orang banyak.

Kedua, dajjâl adalah sebutan bagi siapa saja yang banyak berbohong, menipu dan melakukan kerusakan di bumi. Dajjâl adalah sifat atau karakter manusia yang busuk, yaitu berbohong, menipu dan berbuat kerusakan di bumi. Dajjâl disebut sebagai pelaku fitnah terbesar dalam kehidupan manusia, karena kehadiran dajjâl, selalu menimbulkan bencana bagi manusia. Ia mampu menunjukkan peristiwa luar biasa, dan menunjukkan keanehan yang dapat menipu daya hati-hati dan fikiran manusia.

Dajjâl sangat pakar dan ahli memutar balikan keburukan seakan-akan kebaikan, dan memutar balikan kebenaran seakan-akan kebatilan. Dajjâl sangat teliti dan pakar dalam menyesatkan manusia dengan berbagai cara yang berpangkal pada kebohongan dan penipuan.

Rasulullah saw membimbing manusia supaya mewaspadai fitnah al-kubrâ, bencana dahsyat, dalam kehidupan yang dilancarkan dajjâl dengan doa yang dibaca di dalam solat sebelum salam.

“Allahumma inni a’udzubika mina ‘adzabil qabri wa min ‘adzabin nar; wa min fitnatil mahya wal mamati wa min fitnatil mashid dajjal”. (Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan azab neraka; dari malapetaka kehidupan dan kematian; dari terkena bencana besar yang dilakukan dajjâl”).

Bencana besar yang ditawarkan dajjâl adalah mengubah moral manusia menjadi hamba harta, tahta dan wanita dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kepuasan, kelazatan dan kenikmatan seksual dan bermacam-macam lagi fitnah yang tak terfikirkan . Pada gilirannya perubahan mentaliti itu berdampak pada perubahan keyakinan agama dengan memutarbalikan kebenaran Al-Qur`an. Oleh karena itu, kehadiran dajjâl dalam kehidupan pribadi dan masyarakat layak menjadi perhatian orang-orang beriman.

(Semoga tulisan ini dapat bermanfaat).. Barakallah

Kamis, 16 Maret 2017

Syair Cinta

Palingkanlah hatimu kepada siapa saja yang kau cinta..
tidaklah cinta kecuali kembali kepada cinta yang pertama..

Janganlah kau berdusta atas nama cinta..
lalu kau lampiaskan cinta dengan syahwatmu..

Jagalah hati dengan cinta-Nya, karena betapapun kita memalingkan hati, hanya kepada-Nya lah kita kembali dan hanya Ia lah cinta-Nya abadi..

Kecantikan yang mempesonamu apalah artinya jika hanya menyesatkanmu..
jangan tertipu dengan bisik godaannya, betapa banyak orang yang mengaku patah hati padahal cinta belum lah halal baginya..
lalu merenunglah ia dan menangisinya..
sudikah ia menangisi maksiatnya karena enggan menjauh darinya??

Sesungguhnya cinta hakiki membawa kepada kebahagiaan abadi..
raihlah cinta yang berpahala, cinta yang suci di atas perjanjian yang kuat..
Ia menggambarkannya sebagai "Mitsaqon Gholidzho"

Rabu, 15 Maret 2017

Menulis..

Terkadang sebagian dari kita mengeluhkan seringnya lupa beberapa ilmu yang telah dipelajari atau susah mengingat. Maka ini solusi dari Al-Quran.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

قلنا: نعم له دواء ـ بفضل الله ـ وهي الكتابة، ولهذا امتن الله عز وجل على عباده بها فقال: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ * خَلَقَ الإِنسَـنَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الاَْكْرَمُ * الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ}. (العق: 1 ـ 4). فقال (اقرأ) ثم قال: {الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ } يعني اقرأ من حفظك، فإن لم يكن فمن قلمك، فالله تبارك وتعالى بين لنا كيف نداوي هذه العلة، وهي علة النسيان وذلك بأن نداويها بالكتابة، والان أصبحت الكتابة أدقُّ من الأول، لأنه وجد ـ بحمد الله ـ الان المسجِّل

kita katakan, iya. Lupa ada obatnya dengan karunia dari Allah yaitu menulisnya. Karenanya Allah memberi karunia kepada hamba-Nya dengan surat Al-Alaq. Yaitu "iqra" kemudian "mengajarkan dengan perantara pena". Maksudnya, bacalah dengan hapalannya, jika tidak hapal maka dengan tulisanmu.

Allah Tabaraka Ta’ala menjelaskan kepada kita bagaimana mengobati penyakit ini yaitu penyakit lupa dan kita obati dengan menulis. Dan sekarang menulis lebih mudah dibanding dahulu karena mudah didapatkan dan segala puji bagi Allah, sekarang bisa direkam.

Mengikat ilmu dengan menulis :

Daya ingat manusia terbatas, oleh karenanya ilmu perlu diikat dengan tulisan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

Ikatlah ilmu dengan menulisnya

Bahkan beliau memerintahkan sebagian sahabatnya agar menulis ilmu. Salah satunya adalah Abdullah bin ‘Amru. Beliau bersabda kepadanya,

اكْتُبْ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا خَرَجَ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ

Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran

Imam Syafi’I rahimahullah berkata,

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya, ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja.

Sampai-sampai Asy-sya’bi rahimahullah berkata,

إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding



Dan ikatlah dengan amal :

Sebagian lagi mengatakan bahwa di zaman seperti sekarang ini.

قيد العلم بالعمل

Ikatlah ilmu dengan mengamalkannya

Ilmu lebih layak diikat dengan amal karena ilmu yang telah diikat dikitab-kitab telah banyak dilupakan.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam..

(Semoga tulisan ini dapat bermanfaat).. Barakallah