DAJJAL
Dajjal dalam bahasa Arab berarti pendusta, pembohong dan penipu. Ada dua penafsiran tentang dajjal. Pertama, dajjal adalah sosok manusia yang berasal dari keluarga penyembah berhala. Berhala itu adalah syaitan durjana yang menyerupakan dirinya dengan patung Lembu betina.
Rasulullah saw menggambarkan keluarga dajjâl sebagai berikut: “Ayahnya tinggi, gemuk, dan hidungnya seperti paruh burung. Ibunya fardakhiyah, banyak dagingnya karena gemuk badannya”. (H.R. Imam Ahmad).
Menurut hadis Rasulullah saw dajjâl lahir dari seorang perempuan yang dilahirkan dari perbuatan zina antara mahram dengan seorang laki-laki yang juga dilahirkan dari perbuatan zina antar mahram. Ketika mereka melakukan persetubuhan, syaitan ikut mencampuri menyetubuhi perempuan penyembah berhala itu. Lalu, lahirlah seorang laki-laki. Itulah dajjâl, yang selalu mendatangkan fitnah, yakni bahaya bagi orang banyak.
Kedua, dajjâl adalah sebutan bagi siapa saja yang banyak berbohong, menipu dan melakukan kerusakan di bumi. Dajjâl adalah sifat atau karakter manusia yang busuk, yaitu berbohong, menipu dan berbuat kerusakan di bumi. Dajjâl disebut sebagai pelaku fitnah terbesar dalam kehidupan manusia, karena kehadiran dajjâl, selalu menimbulkan bencana bagi manusia. Ia mampu menunjukkan peristiwa luar biasa, dan menunjukkan keanehan yang dapat menipu daya hati-hati dan fikiran manusia.
Dajjâl sangat pakar dan ahli memutar balikan keburukan seakan-akan kebaikan, dan memutar balikan kebenaran seakan-akan kebatilan. Dajjâl sangat teliti dan pakar dalam menyesatkan manusia dengan berbagai cara yang berpangkal pada kebohongan dan penipuan.
Rasulullah saw membimbing manusia supaya mewaspadai fitnah al-kubrâ, bencana dahsyat, dalam kehidupan yang dilancarkan dajjâl dengan doa yang dibaca di dalam solat sebelum salam.
“Allahumma inni a’udzubika mina ‘adzabil qabri wa min ‘adzabin nar; wa min fitnatil mahya wal mamati wa min fitnatil mashid dajjal”. (Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan azab neraka; dari malapetaka kehidupan dan kematian; dari terkena bencana besar yang dilakukan dajjâl”).
Bencana besar yang ditawarkan dajjâl adalah mengubah moral manusia menjadi hamba harta, tahta dan wanita dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kepuasan, kelazatan dan kenikmatan seksual dan bermacam-macam lagi fitnah yang tak terfikirkan . Pada gilirannya perubahan mentaliti itu berdampak pada perubahan keyakinan agama dengan memutarbalikan kebenaran Al-Qur`an. Oleh karena itu, kehadiran dajjâl dalam kehidupan pribadi dan masyarakat layak menjadi perhatian orang-orang beriman.
(Semoga tulisan ini dapat bermanfaat).. Barakallah