UZLAH : Menyendiri, bukan semata-mata menjauhkan diri dan tempat. Tetapi menyendiri dalam hati walaupun jasadnya bergaul dengan orang lain. Uzlah dari manusia adalah dengan jalan tidak mencampuri, tidak ikut dan tidak memasuki urusan-urusan mereka. Adapun dapat bersama mereka dalam mengerjakan shalat berjamaah dan memperbanyak syiar Islam.
Ibrahim bin Adham mengatakan : Menyendirilah engkau sambil berkumpul. Sambil merasa tenteram dengan Tuhanmu. Namun merasa kesepian dengan manusia.
Karna sebagian besar dari makhluk (manusia) itu membimbangkanmu untuk beribadah. Bahkan terkadang menghalangimu dan membawamu ke jalan kejahatan dan kebinasaan. Karena kebanyakan mereka itu tidak mengetahui hak-hak keTuhanan, tapi hanya mengetahui hak-hak kehambaan. Dan hanya mengetahui lahirnya kehidupan dunia saja. Untuk akhirat, mereka lalai tidak memikirkannya.
Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amr bin al’Ash r.a, beliau berkata :
Di kala kami berkumpul di hadapan Rasulullah Saw dan diceritakan tentang adanya godaan-godaan (fitnah), maka Nabi Saw bersabda : Di mana kamu telah melihat manusia merusak janjinya, dan sedikit amanatnya. Dan mereka sudah menjadi demikian. Nabi Saw kemudian memberi isyarat seraya menjalinkan jari-jari tangannya, sebagai isyarat campur aduknya kebaikan dan kejahatan).
Aku bertanya : Jika sudah demikian, kami harus bagaimana ya Rasulullah?
Jawab Rasulullah : Maka kamu harus menetap di rumah. Kuasai lidahmu. Ambillah apa yang kau ketahui baik, dan tinggalkan apa yang tidak engkau kenal. Dan perbaiki khusus dirimu serta tinggalkan urusan umum. (Hadits shahih)
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw telah mengatakan tentang zaman fitnah.
Ibnu Mas’ud bertanya kepada Rasulullah Saw : Apakah itu?
Sabda Rasulullah Saw : ialah bila seseorang sudah tidak merasa aman dari kejahatan temannya sendiri, apalagi dari orang lain.
Dari Sofyan bin ‘Uyainah yang mengatakan sebagai berikut : Saya telah katakan kepada Tsauri : ‘Berilah saya wasiat.
Jawabnya : Kurangi pergaulanmu dengan orang lain!
Kata saya : Bukankah telah diterangkan dalam hadits bahwa kita disuruh banyak berkenalan seperti bunyi hadits yang diterangkan Hakim dari Sayyidina Anas r.a : Perbanyaklah berkenalan dengan orang-orang mukmin, karena bagi tiap mukmin ada syafaat nanti di hari Qiyamah.
Jawab Ats-Tsaury : Ya, tapi engkau tidak akan menemui kekecewaan kecuali dari orang-orang yang engkau kenal.
Kata Ibnu Uyainah bahwa pada pintu rumah Ats-Tsaury ada tulisan : Terima kasih, semoga Allah membalas kebaikan kepada orang-orang yang tidak kami kenal. Tapi terima kasih ini tidak kami ucapkan pada teman-teman kami. Lantaran gangguan-gangguan itu sering datangnya dari mereka.
Dari Abu Ubaidah : Aku belum pernah melihat seorang yang bijaksana melainkan pada akhir katanya mengucapkan; Jika kau menyukai agar dirimu tidak terkenal di antara manusia, maka kau akan mendapat kedudukan yang tinggi dari Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.